« Home

System Thinking


System Thinking (Berpikir Serba Sistem) : Cara berpikir dan suatu bahasa untuk mengembangkan dan memahami kekuatan-kekuatan serta keterkaitan variabel-variabel yang membentuk perilaku sistem-sistem. Suatu kerangka konseptual, suatu tatanan pengetahuan dan alat-alat yang dikembangkan untuk membuat pola keseluruhan menjadi jelas, dan membantu kita bagaimana merubahnya secara efektif.

Dalam pendekatan systems thinking dikenal adanya suatu paradigma yang menyatakan bahwa suatu perubahan (perilaku atau dinamika) dimunculkan oleh suatu struktur (unsur-unsur pembentuk yang saling-bergantung, interdependent).
Untuk fenomena sosial strukturnya akan terdiri atas struktur fisik dan struktur pembuatan keputusan (oleh aktor-aktor dalam sistem) yang saling berinteraksi. Struktur fisik dibentuk oleh akumulasi (stok) dan jaringan aliran orang, barang, energi, dan bahan. Sedangkan struktur pembuatan keputusan dibentuk oleh akumulasi dan jaringan aliran informasi yang digunakan oleh aktor-aktor (manusia) dalam sistem yang menggambarkan kaidah-kaidah proses pembuatan keputusannya.

Esensi systems thinking menurut Senge (1990) adalah :

  • Melihat hubungan saling-bergantung (dipengaruhi dan dapat mempengaruhi atau umpan-balik), bukan hubungan sebab-akibat yang searah; dan
  • Melihat adanya proses-proses perubahan (proses yang berlanjut, ongoing processes), bukan potret-potret sesaat.

KENAPA HARUS MENGGUNAKAN SYSTEM THINKING
­- Kompleksitas masalah (terutama system social dan ekonomi terkait dengan manusia)
­- Terstruktur dan sistematis, sehingga mudah dipahami dan disampaikan
­- Linear thinking tidak mampu menjawab adanya umpan balik