« Home | System Dynamcs = Metodologi Penelitian? » | System Dynamics » | System Thinking »

KURSUS ANALISIS KEBIJAKAN MENGGUNAKAN MODEL SYSTEM DYNAMICS

Ini, ada info dari milis sysdyn@yahoogroups.com

Program Magister Studi Pembangunan ITB akan melaksanakan kursus Analisis Kebijaksanaan Menggunakan Model System Dynamics

Pelaksanaan :Tanggal : 13 - 17 November 2005
Waktu : Pkl . 08.00- 17.00
Tempat : di BandungI
Instruktur : Dr. Muhammad TasrifIr. Teten W Avianto, M.T.
Biaya : Rp 3.500.000,- per orang

Informasi :Program Magister Studi Pembangunan ITBTlp/fax : (022) 2511828Email : spitb@sp.itb.ac.idspitb@melsa.net.id

Contact person : Bu Nunuk, Bu Riani.

KURSUS ANALISIS KEBIJAKAN MENGGUNAKAN MODEL SYSTEM DYNAMICS

TUJUAN KURSUS
Penyelenggaraan kursus ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan menggunakan metodologi system dynamics untuk membuat model sebagai suatu alat bantu dalam proses-proses analisis kebijakan.

SIAPA YANG PERLU MENGIKUTI KURSUS INI ?
Kursus ini ditujukan bagi mereka yang berperan serta (atau akan berperan serta) dalam merumuskan kebijakan, mengkaji kebijakan, merancang instrumen pelaksanaan kebijakan dan menilai dampak kebijakan dalam suatu organisasi (bisnis, sosial, politik, penelitian dan pengembangan, pemerintahan, regional, nasional, multinasional, internasional, atau lainnya). Bila anda seorang peneliti, pimpinan atau siapapun yang berhubungan dengan perencanaan dan perancangan kebijakan maka kursus ini adalah untuk anda.
Catatan : Jumlah peserta kurusu dibatasi.

MATERI KURSUS
Kursus terdiri atas 2 bagian, yaitu teori/diskusi, dan praktek dengan komputer. Secara rinci materi kursus dikelompokkan sebagai berikut:
I. Systems Thinking & Dynamic Modeling
II. Konsep-konsep dasar simulasi sistem
1. Simulasi, model dan sistem
2. Sebab-akibat, feedback, dan system boundary
III. Struktur feedback systems
3. Membaca diagram causal-loop
4. Membuat diagram causal-loop
IV. Menggambar dan menganalisis perilaku feedback system
5. Menggambar data dan melihat pola dinamis (pattern)
6. Menggabungkan causal loops dan grafik-grafik
7. Menggambarkan sistem-sistem dengan delayed responses
V. Menganalisis problem-problem sederhana
8. Mendefinisikan suatu persoalan dinamis
9. The nuclear power controversy
10. The dilemma of solid-waste disposal
11. Family dynamics from a system perspective
12. Deskripsi persoalan-persoalan tak terstruktur
VI. Pengenalan simulasi
13. Levels dan rates
14. Simulasi menggunakan Dynamo dan Powersim
15. Menggunakan simulasi untuk menganalisis simple positive and negative loops
16. Mempresentasikan hubungan-hubungan kausal yang agak rumit
17. Pengenalan delays
VII. Memformulasikan dan menganalisis model-model simulasi
18. Dinamika sumber daya energi
19. Dinamika suatu perusahaan
VIII. Studi kasus
20. Merancang model kasus yang dihadapi peserta dalam pekerjaannya.

INSTRUKTUR
Dr. Muhammad Tasrif (Instruktur Utama)
Ir. Teten W. Avianto, MT. (Instruktur)


MODEL UNTUK ANALISIS KEBIJAKAN
Setiap manusia baik dalam kehidupan pribadinya maupun kelembagaannya secara naluriah selalu menggunakan model untuk membuat suatu kebijakan ataupun suatu keputusan. Model-model yang digunakan pun telah berkembang dengan pesat dari model mental yang dianggap paling primitif dan sangat sederhana kepada model-model yang relatif le­bih rumit - sering disebut sebagai model kom­puter - yang mencoba menghilangkan kelemahan-kelemahan yang dijumpai dalam suatu model mental. Perkembangan ini tampak de­ngan jelas seperti penggunaan model untuk analisis kebijakan (pemodelan kebijakan) yang sa­ngat luas dalam bidang ekonomi dalam bentuk-bentuk mathematical programming, cost benefit analysis, forecasting, dan instrumen-instrumen analisis sistem seperti econometrics, differential calculus, dan kombi­nasi-kombinasinya.Dalam suatu organisasi baik yang kecil maupun yang besar, pemodelan kebijakan diharapkan menjadi suatu wahana yang dapat menemukan jalan dan cara yang efektif dalam mempengaruhi organisasi tersebut sehingga kinerja (performance) organisasi yang diinginkan dapat dicapai. Sehubungan dengan itu, tujuan pemodelan bukanlah hanya untuk prediksi saja melainkan untuk meningkatkan pemahaman kita terhadap gejala yang diamati. Konsekuensinya adalah bahwa teknik pemodelan yang dipilih haruslah sesuai dengan tujuan pemodelan itu sendiri, karena prosedur suatu pemodelan akan berbeda bergantung kepada tujuan yang hendak dicapai.

MODEL SYSTEM DYNAMICS
Sebagai salah satu pendekatan dalam pemodelan kebijakan, metodologi system dynamics telah dan sedang berkembang sejak diperkenalkan pertama kali oleh Jay W. Forrester pada dekade lima puluhan yang lalu dan berpusat di MIT Amerika. Sesuai dengan namanya, metode ini erat berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang tendensi-tendensi dinamik sistem-sistem yang kompleks, yaitu pola-pola tingkah laku yang dibangkitkan oleh sistem itu dengan bertambahnya waktu. Penggunaan metodologi system dynamics lebih ditekankan kepada tujuan-tujuan peningkatan pemahaman kita tentang bagaimana tingkah laku muncul dari struktur kebijakan dalam sistem itu. Pemahaman ini sangat penting dalam perancangan kebijakan yang efektif.Proses pembuatan keputusan menyangkut fenomena-fenomena yang dinamis. Suatu fenomena dinamis dimunculkan oleh adanya struktur fisik dan struktur pembuatan keputusan yang saling berinteraksi. Struktur fisik dibentuk oleh akumulasi (stok) dan jaringan aliran orang, barang, energi, dan bahan. Sedangkan struktur pembuatan keputusan dibentuk oleh akumulasi (stok) dan jaringan aliran informasi yang digunakan oleh aktor-aktor (manusia) dalam sistem yang menggambarkan kaidah-kaidah proses pembuatan keputusannya.
Asumsi utama dalam paradigma system dynamics adalah bahwa struktur fenomena di atas merupakan suatu kumpulan (assembly) dari struktur-struktur kausal yang melingkar dan tertutup (causal loop structure). Keberadaan struktur ini sebagai suatu konsekuensi logis dari adanya kendala-kendala fisik dan tujuan-tujuan sosial, penghargaan (pujian) dan tekanan yang menyebabkan manusia bertingkah laku dan membangkitkan secara kumulatif tendensi-tendensi dinamik yang dominan dari sistem secara keseluruhan.Beberapa contoh aplikasi model system dynamics antara lain di bidang-bidang bisnis, keuangan, ekonomi, industri, pemerintahan, energi, pendidikan, medis (kesehatan), dan lingkungan hidup.


WassalamStudio SP-ITB